Dukun cabul istri orang dan iparnya

Menjadi dukun, sepertinya kalau tidak cabul jadi kurang afdol. Lihat saja kelakuan Kasiyun, 40, dukun dari Semarang ini. Seperti dukun-dukun cabul sebelumnya, ngakunya mengobati orang sakit parah dia masih bisa menyetubuhi istri pasien bahkan adik iparnya sekaligus. Luar biasa, ……edannya! Istri yang baik memang harus siap berkorban demi suami, begitu pula sebaliknya. Ketika suami sakit, istri tak hanya setia merawatnya, tapi juga rela melepas sejumlah hartanya untuk berobat suami. Sebab ada juga istri yang owelan (serba tak rela). Tahu suaminya sakit parah tak mau juga membawa ke RS dengan alasan nyangoni kawula minggat (percuma), takkan sembuh juga. Kalau mau mati, biarlah dalam pengiritan. Marni, 29, warga Blotongan, Salatiga, bukan tipenya istri yang macam begitu. Kalau ada harta, pastilah dia akan membawa suaminya yang sakit liver parah ke dokter. Tapi karena tak ada dana cukup di rumah, terpaksalah dia harus percaya pada pengobatan alternatif yang biasa dilakukan kalangan dukun dan paranormal. Itupun harus pilih-pilih yang kelas murahan. Sebab ada kabar, pengobatan alternatif yang berkelas macam ustadz Danu yang sangat beken di TPI itu, untuk bisa berobat langsung dengan beliau harus bayar infak sampai Rp 3,5 juta! Panutan keluarga dan tulangpunggung rumahtangga Marni, yakni Murtirin, 40, memang sudah lama terkapar di kamar gara-gara penyakit lagunya Betaria Sonatha, hati yang luka alias liver atau hepatitis. Pernah dibawa ke rumahsakit, tapi karena tak sanggup biayanya terpaksa pulang paksa. Belajar pengalaman di RS, di rumah Murtirin harus menghindari makanan berminyak, yang goreng-gorengan misalnya. Apa lagi penggorengan, dilarang keras. Ingin ngirit gara-gara tak punya duit, membuat penyakit Murtirin semakin parah. Kini perutnya membuncit, sementara di ulu hati rasanya semakin menggigit. Ketika ada yang menyarankan untuk pakai pengobatan alternatif, kemudian dipanggilnyalah dukun Kasiyun yang tinggal di Krajan Kesangga, Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Diapun segera hadir dan yang melayani Marni istri Murtirin, dibantu Wiwik, 23, adik iparnya alias adik kandung Murtirin. Ketika melihat istri dan adik ipar pasiennya begitu mulus-mulus bebas dempul, otak dukun Kasiyun jadi ngeres. Dia tak lagi berfikir bagaimana pasien bisa sembuh, tapi justru memeras otak bagaimana bisa menyetubuhi dua wanita itu sekaligus. Maka katanya kemudian, yang bisa mengobati bukan duku, tapi justru istri dan adik pasien itu sendiri. “Aku hanya bisa membantu saja, mari masuk kamar,” kata dukun Kasiyun dengan mata yang liar, seakan mau menelan mentah-mentah Marni dan Wiwik. Untuk kesembuhan suami, Marni rela melakukan apa saja. Maka ketika di kamar dijelaskan bahwa syaratnya harus lewat persetubuhan, dia pun langsung mapan (melayani). Belum juga puas menyetubuhi istri pasien, Kasiyun kemudian memanggil Wiwik. Di tempat itu pula adik Murtirin yang masih gadis itu digebernya juga dengan pasrah. Kisah memalukan ini mereka pendam serapat mungkin. Tapi karena sampai seminggu setelah itu penyakit Murtirin makin parah, dengan malu-malu Marni malapor ke Polres Salatiga.